Showing posts with label Umroh. Show all posts
Showing posts with label Umroh. Show all posts

Saturday, March 23, 2013

Di Bulan Maret.......


Di bulan Maret tahun lalu... Gw berangkat Umroh. Suatu hal yang nggak pernah gw bayangkan sebelumnya. Bisa diijinkan sampai ke Rumah Allah SWT, dimana nggak semua orang bisa dapat kesempatan berharga seperti itu dalam hidupnya. Kenapa gw bilang begitu? Karena banyak buangeett contoh di sekitar gw, mereka mampu secara materi tapi toh nggak berangkat-berangkat juga ke Tanah Suci. Berarti kan benar-benar hanya orang-orang yang "diundang" yang bisa sampai kesana. Alhamdulillah... :) 

Di bulan Maret tahun lalu... Gw jomblo. Ummm, single aja deh nyebutnya biar kerenan dikit... Hahahaa.... *apalah bedanya* Gw masih senang traveling. Kalau punya duit lebih pasti beli gadget terbaru atau buat beli tiket promo. Sering kepikir juga sih, kapan ya gw nikah? Kayak apa ya nanti jodoh gw? Tapi ya itu cuma pikiran selewatan aja, nggak pernah bener-bener dipikirin apalagi sampai bikin stress. Intinya, masih berjiwa muda, hura-hura, foya-foya banget deh. *halah* ;p

Laaaluuuu....... Satu tahun pun berlalu tanpa terasa... Time flies

Di bulan Maret tahun ini... Gw in a relationship. Syukur Alhamdulillah, gw gak jomblo single lagi. Syukur Alhamdulillah juga, masih ada pria tampan yang beriman yang mau sama gw. Huahahahaa.... Seperti yang gw ceritain disini, gw ketemu dia pas Umroh tahun lalu karena satu rombongan. Allah SWT Maha Baik ^.^


Hmm, ternyata orang yang selama ini diminta dalam doa ada di foto ini :))

Di bulan Maret tahun ini... Gw mulai dipusingkan sama yang namanya sewa gedung, cari sanggar rias yang oke, cari catering, liat-liat dekor yang bagus, dll. Yup, it's all about wedding preparation. Semua butuh kesabaran ekstra, butuh tenaga ekstra, yang jelas sih butuh biaya ekstra :))) *ujung-ujungnya duit* *pasang ikat kepala* *singsingkan lengan baju*

Di bulan Maret tahun ini... Gw memutuskan untuk tidak pergi traveling bulan depan, padahal tiket promo sudah di issued dari bulan Mei 2012. Suatu hal yang nggak mungkin gw lakukan di masa lalu dan kali ini bisa dengan ikhlasnya gw lakukan karena ada hal-hal yang harus diprioritaskan. Seringnya prioritas itu mengalahkan hobi dan kesenangan. Setelah dihitung-hitung, mulai merasa sayang bahkan untuk keluar uang sekian juta buat traveling. Sekarang, kalau ada duit sekian juta mending buat nambah-nambah bayar sewa gedung deh. Hihihiii....

Di bulan Maret tahun ini... Gw mulai cicilan pertama gw buat beli rumah. Yaa, berhubung gw kalangan elit alias ekonomi sulit, jadi sangat nggak mungkin lah ya gw beli cash. Lewat KPR pastinya... *lha, ngutang kok bangga* *biarin* :D Gw jadi tau proses pengajuan kredit, gw jadi tau berurusan sama bank dan notaris, intinya banyak pengalaman baru yang gw dapatkan. Rumah yang gw beli juga nggak besar kok, tapi prinsip gw yang penting punya dulu. Kalau nggak dipaksain begitu, kapan bisa punya rumah. Apalagi cuma mengandalkan gaji, padahal harga rumah naik terus. Ditunda-tunda ujung-ujungnya nggak kebeli deh. Kan seandainya nanti ada rejeki lebih, rumahnya bisa direnovasi. Syukur-syukur tuh rejeki lebihnya banyak, jadi bisa beli rumah baru yang lebih besar lagi. Aamiin. *ngarep* \(^.^)/


Di bulan Maret tahun ini... Gw merasa sudah mendapatkan apa yang gw harapkan di tahun-tahun lalu. Bahkan, sudah melebihi harapan. Jadi, sebenarnya sudah nggak ada alasan lagi buat gw sering mengeluh. Dengan semua yang sudah Allah SWT berikan ke gw sekarang, sepantasnyalah gw banyak-banyak bersyukur. Seperti potongan ayat dalam Al-Quran Surat Ar-Rahman : 


فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ
"Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban"

(Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?)



Di bulan Maret tahun depan... Wallahualam. Only God Knows. Apa yang akan terjadi nanti, mutlak rahasia Sang Pencipta. Tapi, sebagai manusia gw berharap : 1). Gw masih hidup, diberi umur panjang, sehat walafiat, dijauhkan dari segala penyakit. 2). Gw sudah berubah status menjadi Nyonya (eheemm) dan semua rangkaian acara pernikahan gw berjalan lancar nggak ada hambatan apapun. 3). Gw bisa berangkat lagi ke Tanah Suci, Umroh bersama suami. Rindu suasana ibadah disana. 4). Gw bisa daftar Haji berdua sama suami, meskipun entah kapan bisa berangkat. Denger dari teman yang tahun lalu daftar sih, masa tunggu 12 tahun. Masya Allah :( and last but not least, 5). Gw berharap kemesraan ini janganlah cepat berlaluuu.... Eh nggak deng, ngaco. Pokoknya harapan gw semua akan tetap seperti ini. Semua bahagia, aman, damai, sejahtera, sentosa, gemah ripah lohjinawi. Aamiin Yaa Robbal Alaamiin. Merdekaaa!!! (^o^)9




Thursday, April 12, 2012

My Spiritual Journey: Umroh (Part 4) ---> Makkah Al-Mukarramah - Jiddah - Jakarta


Petunjuk arah ke Masjidil Haram
 

RABU, 21 MARET 2012

Setelah saya bercerita panjang lebar mengenai perjalanan ibadah Umroh saya di Part 1, Part 2 dan Part 3, maka tulisan ini akan menjadi penutup dari seluruh rangkaian perjalanan spiritual saya di Tanah Suci.

Sekitar jam 2 siang, bus kami meninggalkan Dar Al Salam Ajyad Hotel untuk menuju ke Kota Jiddah. Perjalanan dari Kota Suci Makkah Al-Mukarramah hanya sekitar 45 menit, paling lama satu jam. Ketika bus benar-benar telah meninggalkan  Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, tanpa terasa butiran hangat airmata menetes. Saya sendiri nggak tau apa yang saya tangisi. Entah kenapa saya merasa beraaatttt bangeettt meninggalkan kota ini. Belum puas rasanya beribadah di Masjidil Haram. Belum puas rasanya memohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah saya lakukan. Belum puas rasanya memandang Ka'bah. Ah, pokoknya saya belum puas. Saya berdoa semoga nanti saya bisa kembali lagi kesini. Secepatnya. Semoga Allah SWT melimpahkan rejeki, memberikan saya umur, dan bisa kembali bersama suami dan anak-anak saya kelak. Amiiin allahuma amiiin...

Perjalanan kami menuju Jiddah, melewati gurun pasir di kanan dan kiri. Akhirnya, saya bisa juga melihat onta yang beneran ada di Padang Pasir, bukan onta yang ada di Kebun Binatang Ragunan atau Taman Safari, hahahahaaaaa.....

Hampir satu jam perjalanan, kami sampai di Kota Jiddah. Kata Ustadz Mahdhan, Jiddah itu berarti kota Nenek Moyang. Ia juga memberitahu bahwa kami tidak langsung dibawa ke hotel, tapi mau diajak belanja dulu di Corniche (baca: Kornes).

Kami semua turun dari bus dan Ustadz Mahdhan mempersilahkan kami untuk belanja di toko Ali Murah.. Kami diberi waktu satu jam untuk berbelanja. Dari namanya aja udah Ali Murah, bagaimana harganya? Ternyata sama aja alias sami mawon. Nggak murah-murah amat juga. Hihihiiii... Di Ali Murah Mama memborong banyak oleh-oleh. Kaos, tempelan kulkas, sampul Al-Qur'an, sampai coklat dan kacang-kacangan. Semua penjual di Toko Ali Murah bisa berbahasa Indonesia. Assooyy kan? :))

Toko Ali Murah
(google.com)

Puas belanja, saya dan Mama merasa lapar. Kebetulan juga pas ngeliat jam masih ada waktu, karena waktu satu jam yang diberikan belum habis. Kami memutuskan untuk makan di sebuah warung Bakso. Sebenarnya nggak banget yah, pergi jauh-jauh udah sampai Arab eehh ujung-ujungnya makan bakso juga, bwahahahaa.... Tapi jujur aja ya temans, saya memang lagi "ngidam" bakso. Kangen sama makanan berkuah yang segeeerr. Soalnya selama di hotel makanan yang disajikan nggak jauh-jauh dari Sosis, Daging-dagingan bersantan, ya pokoknya ngebosenin menunya :'(
Kami pun berjalan menuju warung bakso Mang Oedin. Tagline-nya: Si Raja Bakso. Ya gimana nggak jadi raja bakso, lha wong disini nggak ada lagi yang jualan bakso kok... Heheheee.... Kami memesan Bakso 2 porsi dan Es Teh Manis 1 gelas. Itu aja udah menghabiskan uang hampir 50 ribu rupiah!! Tapi berhubung kepengen banget ya sudahlah, bayar aja dengan ikhlas. Perut kenyang, hati senang ;p


Logo Bakso Mang Oedin

Bakso + Es Teh Manis :p


Selesai makan, kami kembali ke bus. Ternyata belum semua jama'ah kembali ke bus. Kami menunggu sekitar 15 menit. Setelah semua naik ke bus, kami berangkat menuju ke Al-Azhar Hotel yang lokasinya nggak jauh dari Corniche.

Sampai di hotel, seperti biasanya kami menunggu pembagian kamar. Cabin baggage kami diturunkan untuk dibawa ke kamar, sedangkan koper-koper yang besar tidak boleh dibawa ke kamar tapi disimpan di concierge. Ustadz Mahdhan bilang koper-koper besar tidak diturunkan karena kami hanya menginap semalam di Al-Azhar Hotel, jadi besok nggak usah repot lagi urusan koper dan bisa langsung berangkat ke bandara.

Acara kami di Jiddah ini adalah acara bebas. Karena rangkaian ibadah Umroh kan udah selesai, jadi kami boleh bersantai dan jalan-jalan. Tapi jujur aja nih, di Arab itu ngeri kalau perempuan jalan kemana-mana tanpa didampingi lelaki. Ya udah, jadi saya dan Mama istirahat aja di hotel. Sekalian puas-puasin istirahat lah, karena ibadah yang kami lakukan di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah dan Makkah Al-Mukarramah cukup menguras energi lho. Baru kerasa deh capeknya, hihihiii....

Saya, Mama dan teman sekamar kami, Bu Anis udah kebagian kamar di lantai 4. Nah, begitu masuk ke kamarnya, waaaahhh kami sampai kaget. Kamar hotel kami macam apartemen gitu. Ada ruang makan, ada dapur, ada ruang tamu, pokoknya mewah deh. Jelas kami anggap mewah, karena di hotel-hotel sebelumnya kamarnya standar bahkan cenderung sempit, hahahaa....

Sambil tidur-tiduran di kamar, saya dapat SMS dari Emy, kalau salah satu teman nge-blog yang tinggal Jiddah mau mengajak saya ketemuan. Saya yang pada dasarnya malas ketemu orang baru pemalu, sempat bimbang. Tapi akhirnya saya berpikir, kenapa saya harus malu? Niatkan aja mau silaturahim dan menambah saudara. Berbekal niat itulah saya akhirnya bisa ketemu Vica dan keluarga :)

Our room

Pas ketemu Vica, saya sempat merasa nggak enak. Vica yang jemput saya ke hotel lho, lengkap dengan pasukan krucil hahahaa... Yup, Vica datang bersama suami dan kedua anaknya yang pintar dan lucu, Rafi dan Zyahira (kalau salah nulis namanya, maafkan daku ya Vic :D). Kami pun malam itu berkeliling kota Jiddah. 

Di kota Jiddah ini saya mendapat pemandangan baru. Selama ini saya mengira di Arab ya semua alim, patuh perintah agama, ya pokoknya yang baik-baik lah. Ternyata di Jiddah semua udah bebas merdeka bahagia lho. Modern lah. Banyak Mal, kehidupan malam, baju-baju sexy, dll. Di Jiddah juga tidak diwajibkan perempuan untuk berjilbab.

Sayangnya, perjalanan keliling Jiddah malam itu nggak bisa lama-lama. Itu karena besok paginya saya harus udah bersiap-siap meninggalkan hotel, untuk city tour di Jiddah lalu menuju bandara untuk kembali ke tanah air. Thank you so much, Vica and Fam. Nanti kalau saya balik kesini lagi, ajak saya jalan-jalan lagi yaaaa... :))

KAMIS, 22 MARET 2012

Ini adalah hari kepulangan kami dari Jiddah ke Indonesia. Kami sudah siap sejak pagi, sambil menunggu jama'ah lain siap kami berjalan-jalan ke sekitar hotel. Kebetulan di dekat hotel kami ada Masjid Qishas. Di Masjid ini setiap hari Jumat dilaksanakan hukuman bagi orang yang melakukan kejahatan. Misalnya, pencuri maka tangannya akan dipotong. Hukuman dilaksanakan di pelataran Masjid jadi siapa pun bisa menyaksikan, hiiiyyyy... Serreeemm.... :(

Oiya, saya kan juga sempat jalan-jalan di sekitaran hotel sama Mama. Pas lagi asyik foto-foto, tiba-tiba kami dikejar polisi. Sumpah saya panik banget. Masalahnya nggak tau kami salah apa. Memang sih saya mengambil foto Mama dengan latar belakang Raja Arab. Lah terus, emang dilarang gitu foto Raja Arab?? Auk ah gelap!

Foto yang kontroversial -__-"

Polisi itu naik mobil patroli dan terus mengikuti saya sambil menunjuk-nunjuk ke kamera saya. Spontan saya langsung lari sekencang-kencangnya masuk ke dalam hotel. Pemikiran saya kalau saya sudah di dalam hotel dan polisi itu tetap nekat mengejar, saya kan bisa minta tolong Ustadz Mahdhan atau orang hotel yang paham bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Soalnya percuma aja, tuh polisi teriak-teriak sampai berbusa pakai bahasa Arab, lah saya kan nggak ngerti. Atau kalau misalnya saya mau tanya maksud dia apa, nah dia nggak bisa bahasa Inggris boro-boro bahasa Indonesia. Haddeeuuhh, ribet banget dah ah!! -____-

Untunglah, polisi itu nggak mengejar saya sampai ke dalam hotel. Alhamdulillah, selameeettt.... *tarik napas panjang* Tapi ya polisi gelo itu udah sukses bikin saya ilfeel dan malas jalan-jalan lagi. Lagipula jama'ah udah pada siap, bus juga udah parkir manis di depan lobby. Saya dan Mama langsung naik ke bus membawa barang bawaan kabin kami yang seabrek-abrek dan memilih tempat duduk yang enak.

Tujuan kami selanjutnya adalah Masjid Terapung di Laut Merah. Sebenarnya nggak ada yang istimewa sih dari Masjid ini. Cuma ketika air laut pasang, masjid ini akan tampak seperti mengapung di lautan. Pas kami berkunjung kesana, air laut sedang surut. Jadi ya seperti masjid pada umumnya aja. Jama'ah diberi kesempatan turun dan bagi yang ingin sholat sunnah tahiyatul masjid juga dipersilakan. Berhubung saya sedang haid dan nggak sholat, kesempatan ini pasti dong saya gunakan untuk foto-foto (~_^)v

Masjid Terapung

Puas berfoto, kami kembali ke bus. Tujuan akhir adalah King Abdul Aziz Airport Jiddah. Padahal pesawat kami masih jam setengah sebelas malam lho, tapi kami sudah sampai di bandara jam 5 sore. *nangis*

Proses imigrasi lumayan panjang antreannya. Sama seperti saat kedatangan saya di Jiddah, sekarang ketika pulang saya pun harus selalu dekat dengan mahram saya yaitu Pak Suhendar untuk melewati pemeriksaan imigrasi. Kemudian kami melewati pemeriksaan tubuh dan scan x-ray untuk cabin baggage. Di sini laki-laki dan perempuan dipisah. Calon penumpang perempuan digiring diajak masuk ke sebuah ruangan untuk diperiksa oleh polisi perempuan. Mereka meriksanya serius banget lho. Benar-benar teliti kalau ada barang yang mencurigakan mereka nggak segan-segan membuangnya. Seperti ibu-ibu di depan saya. Dia bawa minyak angin cap kapak. Nah, menurut Bu Polisi itu adalah barang yang mencurigakan. Tapi mau ngejelasin juga percuma kan gak nyambung bahasanya. Ya udah, jadi minyak angin cap kapak nan legendaris di Indonesia berakhir indah di tong sampah, huuahahahaaa.... :)

Beres sama urusan imigrasi, kami mencari tempat duduk yang nyaman di ruang tunggu. Itu ruang tunggu udah kayak pasar dan isinya ya orang Indonesia semua. Masih jam 6, berarti masih harus menunggu 4,5 jam lagi. Seperti biasanya kalau nunggu lama, pasti ujung-ujungnya jajan. Ada kali tuh saya 3 kali bolak-balik ke duty free. Beli coklat lah, cheese stick lah, yah apapun lah yang bisa dijadikan cemilan, hehee...

Mata udah mulai ngantuk, saya mendengar panggilan untuk boarding. MasyaAllah, itu penumpang pada berebutan. Ckckckkk, saya kadang heran deh. Naik pesawat kan nggak kayak naik angkot. Udah ada nomor kursi, terus ngapain juga harus berebutan dan berdesakkan coba??? Hmmppffhh....

Saya dan Mama antre nggak paling depan tapi juga nggak paling belakang. Pas lah. Kami antre barengan sama jama'ah Jaya Megah lainnya. Ternyata pesawat Saudi Arabian Airlines yang akan kami tumpangi parkirnya jauh, jadi kami harus naik bus dulu.

Ini dia pesawatkuuu ;)
 
Di atas pesawat, lagi-lagi seperti waktu berangkat, saya dan Mama duduk terpisah. Hanya saja kali ini kami kebagian tempat duduk di bagian tengah bukan di belakang. Tapi karena udah pengalaman waktu berangkat, jadi sekarang kami langsung cari orang yang mau bertukar tempat duduk. Kebetulan jama'ah Jaya Megah di samping saya mau bertukar tempat, karena dia mau duduk di dekat istrinya. Udah bisa kebayang kan kacaunya di atas pesawat? Malah sekarang lebih parah chaos-nya daripada waktu berangkat. Pramugarinya sampai kewalahan loh mengatur tempat duduk, saking penumpangnya nggak mau diatur. Semaunya sendiri. Pesawat yang harusnya udah jalan, jadi nggak berangkat-berangkat karena belum semua penumpangnya duduk. Akhirnya segala kekacauan itu berakhir setelah seorang lelaki, kayaknya sih kepala pramugari deh, turun tangan mengatur. Dia bilang semua suruh duduk dulu terserah dimana aja yang ada tempat kosong. Nanti kalau pesawat udah di udara mau tukar tempat duduk, terserah! Wakakakakakak, beneran kocak!!

Begitu pesawat take off, saya langsung tidur dong. Capek banget, udah nggak mikirin apa-apa lagi. Saya bangun waktu mbak pramugari antar makan malam. Setelah itu ya tidur lagi. Saya baru bangun ketika dikasih breakfast. Pramugara sampai heran ngeliat saya yang ngorok semaleman kayak orang pingsan. Ketika dia lihat saya bangun dia langsung bilang, "Hey, good morning. Kamu tidur nyenyak sekali ya semalam?" Hahahaaa....

JUMAT, 23 MARET 2012

Jam 12 siang WIB, pesawat kami mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah, kami semua selamat tiba kembali di tanah air. Kelihatan banget penumpangnya pada capek semua, heheee.... Udah gitu menuju ke imigrasi kami ditahan dulu. Katanya sih petugasnya sedang sholat Jumat. Tapi ada juga yang bilang kalau pesawat kami itu nggak ada di schedule karena merupakan extra flight jadi surat-suratnya belum beres. Aahh, bodo ah nggak ngerti. Penumpang kan taunya beres aja, mana kita tau kalau penerbangan kita bermasalah. Buktinya tetap bisa mendarat tuh (x__x)

Tapi, syukurlah nggak berlama-lama tuh masalahnya. Kurang lebih 15 menit kami "ditahan" di lorong bandara, kemudian kami dipersilahkan menuju ke meja imigrasi. Saya selesai duluan daripada Mama, jadi saya langsung menuju ke conveyor belt menunggu koper yang kami taruh di bagasi.

Air ZamZam
Satu persatu koper udah keluar. Lho, tapi kok koper kami kurang satu. Padahal di conveyor belt udah nggak ada lagi koper yang keluar. Huuuaaaa, mulai panik. Mama akhirnya tanya ke jama'ah lain. Rupanya mereka juga mengalami hal yang sama. Koper kurang satu, malah ada yang kopernya kurang dua. Kami segera minta tolong pihak Jaya Megah (Mbak Nita) yang sudah ada di bandara untuk mencari tahu dimana koper kami. Ternyata Mbak Nita bilang, koper kami terbawa di pesawat Saudi Arabian Airlines selanjutnya. Pesawat itu baru akan mendarat jam setengah dua siang karena penerbangannya transit dulu di Riyadh.

Omaygot!! Jadi kami semua harus sabar lagi menunggu kedatangan koper kami. Huuffttt!! *elus dada* *dada miharja*

Sambil menunggu koper, Mbak Nita membagikan jatah Air ZamZam untuk kami. Masing-masing orang dapat satu jerigen ukuran 10 liter. Jadi, saya dan Mama dapat 2 jerigen Air ZamZam dengan total 20 liter. Yeeaayyy, senaaaanggg :))

Sekitar jam 3 sore, koper kami datang dan akhirnya selesai juga masalah per-bagasi-an. Pfiiuuhh.... Kami keluar dan petugas scan cuma nanya, "Abis Umroh ya Mba? Langsung aja keluar, barang bawaannya nggak usah di-scan lagi." Hmmm, aneh juga ya temans. Kalau saya bawa barang yang aneh-aneh gimana? Harusnya tetap diperiksa dong demi keamanan bersama. Tapi ya sudahlah, saya mendorong trolley keluar pintu kedatangan. Dari jauh udah kelihatan Papa, Devi dan Tegar menjemput kami.

Alhamdulillahirabbilalamin, inilah akhir cerita perjalanan spiritual saya ke Tanah Suci. Benar-benar menjadi pengalaman spiritual yang berharga buat saya. Tidak ada yang lebih saya harapkan selain ridho dan pengampunan dari Allah SWT.

Temans, doakan ya supaya saya bisa tetap Istiqomah dalam beribadah dan menjalankan perintah Allah SWT. Semoga ibadah Umroh saya dan Mama menjadi ibadah Umroh yang mabrur. Amiiin Yaa Robbal Alamiiin..... :)


Gadis Arab












Monday, April 9, 2012

My Spiritual Journey: Umroh (Part 3) ---> Makkah Al-Mukarramah




MINGGU, 18 MARET 2012

Tulisan ini lanjutan dari Part 1 dan Part 2, setelah check out dari Al Haram Hotel di Kota Madinah Al-Munawwarah, kami naik bus menuju ke Kota Suci Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan Ibadah Umroh. Sebenarnya kami harus sudah meninggalkan Madinah Al-Munawwarah jam 2 siang WSA (Waktu Saudi Arabia), tapi bus yang akan menjemput rombongan kami ngaret dan baru datang jam 3 WSA. Capeedeee :'(

Perjalanan dari Madinah Al-Munawwarah menuju ke Makkah Al-Mukarramah memakan waktu lebih kurang 5 jam. Namun, sebelum meninggalkan Kota Suci Madinah Al-Munawwarah terlebih dahulu kami akan mengambil Miqat di Masjid Bir Ali. Jama'ah perempuan udah diberitahu Ustadz Mahdhan untuk memakai pakaian Ihram sejak check out dari hotel, sedangkan jama'ah laki-laki baru berganti pakaian Ihram di Masjid Bir Ali.

Ihram Perempuan
Ihram Laki-laki

Sampai di Masjid Bir Ali, kami sholat sunnah lalu kembali ke bus. Bus mulai berjalan perlahan meninggalkan Masjid Bir Ali, di atas bus inilah kami bersama-sama membaca niat Umroh: Labbaik Allahuma Umraatan (Yaa Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk Umrah)

Setelah membaca niat, maka segala larangan-larangan selama memakai pakaian Ihram sudah mulai berlaku : 

1. Mencukur rambut kepala atau tubuh.
2. Menggunting kuku tangan atau kaki.
3. Memakai pakaian yang berjahit bagi laki-laki. Yaitu jahitan yang mengikuti anggota tubuh seperti kemeja, celana, kaos, jubah dan lain-lain.
4. Menutup kepala secara menempel, seperti surban, peci dan topi. Beda halnya dengan payung, tenda dan   membawa barang di atas kepala, maka hal seperti ini tidak apa-apa.
5. Memakai wangi-wangian. Yaitu segala sesuatu yang mempunyai bau harum yang secara sengaja dioleskan pada pakaian atau tubuh, seperti minyak kasturi, ward (mawar), raihan dan parfum lainnya.
6. Sengaja memburu binatang buruan darat, seperti burung dara dan jenis burung lainnya, rusa, keledai liar, biawak padang pasir (dhabb), yarbu’ dan binatang buruan lainnya.
7. Melangsungkan akad nikah. Orang yang sedang ihram tidak boleh meminang atau menikahi perempuan   atau menjadi wali dan yang serupa itu.
8. Melakukan hubungan badan (jima’) dengan istri atau budaknya.
9. Mencumbui istri selain jima’, seperti mencium dan meraba istri dengan syahwat. 

Jika kita melanggar larangan-larangan tersebut maka kita wajib membayar dam (denda).

Sepanjang perjalanan setelah meninggalkan Masjid Bir Ali menuju ke Kota Suci Makkah Al-Mukarramah tak henti-hentinya kami mengumandangkan kalimat talbiyah. Berhubung perjalanannya cukup panjang, sebagian besar jama'ah akhirnya ketiduran, termasuk saya ;p

Akhirnya, sekitar jam 10 malam bus kami memasuki Kota Suci Makkah Al-Mukarramah. Kami akan melaksanakan Umroh malam ini juga.

Setelah makan malam dan pembagian kamar, kami berkumpul lagi di lobby hotel Dar Al Salam Ajyad untuk bersama-sama menuju Masjidil Haram. Oiya, masalah kamar sempat terjadi insiden kecil. Karena di dalam kamar kami yang besar, ternyata terbagi lagi menjadi dua kamar, tapi hanya punya satu kamar mandi. Parahnya lagi, kami bertiga perempuan semua digabung dengan pasangan suami istri. Berarti ada pria di antara kami, lah terus kalau mau ke kamar mandi gimana? Ribet dong, kan nggak boleh kelihatan aurat sedikit pun :(( Tapi untunglah setelah kami komplain ke pihak Jaya Megah tour & travel, kami memperoleh kamar pengganti.

Jarum jam menunjuk ke angka 11 malam. Kami berombongan berjalan ke Masjidil Haram. Benar-benar udah nggak sabar untuk beribadah disana, dimana pahala yang dijanjikan Allah SWT adalah 100.000x lipat dibandingkan kita beribadah di tempat lain. Subhanallah... 

Jarak antara hotel kami dengan Masjidil Haram sekitar 300 meter, lumayaaann hehee... Tapi nggak tau kenapa ya, saya benar-benar enjoy menjalaninya. Alhamdulillah :) Sekitar 10 menit berjalan kaki, kami mulai memasuki pelataran Masjidil Haram. Saya nggak bisa melukiskan perasaan saya ketika itu, yang pasti saya merasa sangat...sangat...sangat...amat...banget...bersyukur bisa sampai disini. *airmata mulai ngembeng*

Buku Doa
Setelah menaruh sandal di rak, kami minum Air Zam Zam dulu sebelum mulai Thawaf (mengelilingi Ka'bah 7 kali melawan arah putaran jarum jam). Setiap jama'ah sudah dibekali semacam buku saku berisi doa-doa yang harus kami baca selama ibadah Umroh ini. Mulai dari Thawaf, Sa'i (jalan (agak) cepat antara Bukit Safa dan Marwah) dan Tahalul (Cukur Rambut). Jadi, InsyaAllah jama'ah nggak akan kebingungan harus baca doa apa.

Rasa haus hilang setelah minum Air Zam Zam dingin, kami akan segera mulai Thawaf dan mendekati Ka'bah. Jeng..jeeengg... Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillalah Allahuakbar, speechless. Sungguh saya cuma bisa bengong, memandang Ka'bah, airmata menetes nggak tertahan lagi. Saya langsung teringat dosa-dosa yang pernah saya lakukan, terutama dosa-dosa besar. Saya ngerasa malu banget di hadapan Allah SWT. Begitu baik Allah SWT sama saya, sementara saya? Banyak banget lalainya, huuffttt... Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa saya (-̩̩̩-͡ ̗--̩̩̩͡ )

Thawaf malam itu ramai banget! Kayaknya jama'ah lebih memilih untuk thawaf malam hari untuk menghindari panas dan debu di siang hari. Ya, saat ini Masjidil Haram sedang diperluas, kebayang kan kalau lagi ada pembangunan pasti debu dimana-mana. Untungnya, saya sudah diberitahu pihak tour & travel jadi sudah beli masker dari Jakarta. Imbas dari pembangunan ini juga berakibat mahalnya harga hotel di sekitaran Masjidil Haram, karena banyak hotel-hotel yang dihancurkan.

Thawaf dimulai, kami semua khusyu' melafalkan doa-doa. Setelah 7 putaran, kami berjalan menuju Bukit Safa untuk melaksanakan Sa'i, yaitu berjalan agak cepat 7 kali antara Bukit Safa dan Marwah. Lumayan capek juga lho, maklum lah saya kan jarang olahraga. Hihihiiii....

Usai Sa'i, kami berdoa di Bukit Marwah dan melakukan Tahalul (Cukur Rambut). Selesailah ibadah Umroh saya, Doakan ya Temans, semoga mabrur :)

SENIN, 19 MARET 2012

Hari ini, saya dan Mama, fokus beribadah. Konsekuensinya adalah kami kemana-mana berdua, nggak gabung sama rombongan. Semoga mereka nggak anggap kami sombong yah, jujur kami hanya ingin lebih memperbanyak ibadah di Masjidil Haram tanpa tergantung orang lain.

Kami berangkat berdua ke Masjidil Haram, sebelum Adzan Subuh. Selesai sholat kami kembali ke hotel untuk sarapan dan mandi. Waktunya sholat Dhuha, sekitar jam 9 pagi WSA, kami berdua kembali ke Masjidil Haram. Tapi kali ini, kami membawa bagpack berisi perlengkapan, cemilan, botol kosong untuk diisi air zam zam, pokoknya peralatan "perang" deh kayak orang mau camping :D Ini kami lakukan soalnya malas kalau harus bolak-balik ke hotel. Jadi kami berangkat Dhuha, lalu kembali ke hotel setelah selesai Sholat Isya.

Di Masijidil Haram, ada tempat-tempat yang Mustajab untuk memanjatkan doa, karena InsyaAllah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tempat-tempat itu adalah :

1. MULTAZAM

Multazam adalah tempat di antara Pintu Ka'bah dan Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, ”Multazam adalah tempat doa yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul doanya.




(google.com)

2. HIJIR ISMAIL

Hijir Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran berada di sebelah sisi barat Ka'bah. Disebut Hijir Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail dan Siti Hajar.

Diriwayatkan ketika Siti Aisyah minta izin kepada Rasulullah untuk masuk ke Ka'bah dan salat, maka Nabi SAW membawa Aisyah ke Hijir Ismail lalu berkata,”Salatlah kamu di sini kalau ingin salat di Ka'bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah.” (HR Turmidzi).


(google.com)

3. MAQAM IBRAHIM

Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim untuk berpijakan ketika membangun Ka'bah. Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Disunahkan salat sunnah dua rakaat setelah selesai tawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
(google.com)

Hari ini saya berhasil memegang Ka'bah (yang ternyata haruuummm banget) dan bisa sholat di Hijir Ismail..Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur.

Oiya, omongan orang-orang soal menjaga hati dan lisan di Tanah Haram akhirnya saya buktikan lho. Jadi gini, hari ini saya dan Mama berangkat sholat Subuh berdua. Nah, memasuki pelataran Masjid entah kenapa tiba-tiba saya nyeletuk, "Mah, enak kali ya kalau sholat di atas, di lantai 2. Aku kan belum pernah, pengen nyobain". Ealaahh, lha kok pas kami mau masuk Masjidil Haram, langsung "diusir-usir" sama Asykar katanya kami disuruh sholat di lantai 2. Mama langsung mengingatkan saya untuk segera ber-istighfar. Astaghfirullahaladzim, saya mohon ampun sama Allah SWT. Jujur, saya tadi nggak bermaksud apa-apa bilang mau sholat di lantai 2, hanya sekedar ingin tahu aja. Nah, sejak saat itu saya nggak berhenti dzikir dan istighfar, jangan sampai ngomong yang aneh-aneh lagi :(

Bubaran Jama'ah Subuh

SELASA, 20 MARET 2012

Hari kedua ini, rombongan jama'ah Jaya Megah Tour & Travel akan diajak City Tour mengelilingi Kota Suci Makkah Al-Mukarramah. Kami berangkat setelah sarapan pagi di hotel. Ustadz Mahdhan bilang kalau hari ini kami akan napak tilas tempat-tempat menunaikan ibadah haji. Jadi, kalau InsyaAllah, kami naik haji udah ada bayangan kayak apa ibadah yang akan kami kerjakan.

Tujuan pertama adalah Jabal Rahmah yang berada di bagian timur Padang Arafah . Sesuai dengan namanya, Jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Bukit ini diyakini sebagai pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari surga oleh Allah SWT selama bertahun-tahun setelah melakukan kesalahan dengan memakan buah khuldi yang terlarang.


Jabal Rahmah

Nah, berhubung namanya Bukit Kasih Sayang, langsung dong saya dengan semangat 2012 (soalnya kalau semangat'45 udah basi, hahahaa) naik ke atas bukit. Saking semangatnya, sampai nggak kerasa capek loh :)))

Sampai di atas bukit ada monumen atau tugu gitu tempat orang berdoa dan saya lihat banyak juga kok tampang-tampang desperate yang (mungkin) masih jomblo dan memohon diberikan jodoh. Muahahahaa, itu mah elo banget Sar!! *selftalk*

Ah tapi saya sih nggak malu mengakui kalau saya memang berdoa mohon diberikan jodoh yang Sholeh, Tampan, Mapan, Beriman. Amiiin Yaa Robbal Alamiiinnn....

Tapi sayangnya, banyak orang yang mencorat-coret tugu tersebut. Ditulis namanya plus nama pasangannya.  Yah, berharap berjodoh. Cuma heran deh kenapa mesti kayak gitu ya? Kan malah jadi bikin kotor :'(

Puas berdoa di Jabal Rahmah. bus kami lanjut perjalanan melewati Padang Arafah. Arafah adalah daerah terbuka dan luas di sebelah timur luar Kota Suci Makkah Al-Mukarramah. Di padang yang luas ini, pada satu hari (siang hari) tanggal 9 Dzulhijjah berkumpul umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji, yaitu ibadah Wukuf. Jika tidak wukuf di Arafah, maka ibadah Haji menjadi tidak sah!

Kami lanjut berkeliling melihat tenda-tenda yang akan dipakai oleh jama'ah Haji, tempat melempar Jumroh, Jabal Tsur, Jabal Nur. Tapi sayangnya kami hanya melihat dari atas bus, karena bus tidak berhenti. Jadi nggak bisa foto-foto deh, hikksss :'( *teteuup* *narsis*

Hari ini jama'ah juga akan menunaikan ibadah Umroh kedua kali. Umroh itu kan yang wajib satu kali, jadi untuk Umroh kedua ini kita boleh meng-Umroh-kan orang lain asal orang tersebut sudah meninggal. Karena Umroh yang pertama kan sudah dilakukan untuk diri sendiri. Tapi ya bukan keharusan juga. Kalau Umroh kedua ini tetap mau mengatasnamakan diri sendiri juga nggak apa-apa.

Di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, tempat mengambil Miqat adalah di Masjid Ji'ronah. Setelah mengambil Miqat dan berniat Ihram, maka tata cara dan urutan pengerjaan Umroh persis sama seperti yang udah saya ceritakan di atas.


Kami tiba kembali di hotel sekitar jam 11 siang. Langsung menuju ke Masjidil Haram, untuk menunaikan ibadah Umroh kedua. Tapiiii, kali ini ujiannya lebih berat karena panaasss!! Kalau Umroh pertama kan dilaksanakan malam hari, sedangkan yang sekarang di tengah hari bolong. Bisa kebayang dong pas thawaf, penuh sesak dan panas. Aroma bercampur jadi satu. Hehee, ini jangan dijadikan keluhan ya temans. Karena sedikit saja kita mengeluh baik lisan maupun dalam hati, pasti akan terkabul. Misalnya kamu mengeluh dalam hati "Ih, bau keringat banget sih ini orang" and then sepanjang thawaf kamu bakalan terus dekat sama orang-orang yang bau, hahahaa... Believe it or not, tapi ini adalah cerita nyata dari teman saya :)

Rukun ibadah Umroh ini sama persis seperti yang di atas yah, temans :
  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sai
  4. Mencukur rambut kepala atau memotong sebagian (tahalul)
  5. Tertib
Pada poin ke-5 yang dimaksud tertib adalah kita harus melaksanakannya sesuai dengan urutan. Nggak boleh ngacak.

Umroh yang kedua ini, secara khusus saya niat meng-Umroh-kan nenek saya. Eh, bukan nenek kandung sih. Lebih tepatnya adiknya nenek saya. Semoga beliau bisa tersenyum di alam sana, karena sudah di-Umroh-kan sama cucunya yang cantik ini :')

Bukit Marwa

Bukit Safa













Setelah selesai Tahalul, jama'ah Jaya Megah mulai kembali ke hotel. Sedangkan, saya dan Mama seperti biasanya gak pulang tapi camping di Masjidil Haram sampai selesai Sholat Isya. Rasanya sayaaang gitu kalau mau meninggalkan Masjidil Haram, apalagi ini malam terakhir kami disini. Besok siang kami akan meninggalkan Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah untuk menuju ke Jiddah. Nah, mumpung masih ada waktu kami puas-puasin deh ibadahnya :))

Kami baru kembali ke hotel jam 9 malam, setelah selesai Sholat Isya. Tapi temans, disini terjadi hal nggak saya harapkan. Pas saya mau mandi, ternyata keluar flek tanda-tanda mau Haid :(

Sumpah, saya langsung panik sejadi-jadinya. Udah terbayang saya nggak bisa ibadah lagi dong di Masjidil Haram kalau haid. Apalagi besok adalah hari terakhir. Sebelum meninggalkan, Masjidil Haram diwajibkan melaksanakan Thawaf Wada atau Thawaf Perpisahan. Setelah Thawaf Wada, baru kita boleh meninggalkan Masjidil Haram. Ya memang sih, ada keringanan untuk yang sedang haid, dibolehkan tidak melaksanakan thawaf wada. Tapi bayangin dong temans, saya sudah sampai disini,di tempat paling suci di muka bumi, terus nggak bisa ibadah karena haid. Huuuaaaa, kuciiiwaaa!! :'(

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa saya nggak minum obat hormon untuk mundurin waktu haid seperti yang dipakai jika menunaikan ibadah haji? Jawabannya adalah: Karena ini sudah sesuai perhitungan. Jadi haid saya itu siklusnya teratur. Nah, salah satu alasan saya pilih Jaya Megah Tour & Travel adalah karena mereka punya jadwal keberangkatan yang "aman", yaitu tanggal 11 Maret 2012. Saya dapat haid sekitar tanggal 20-21 Maret 2012. Tenang dong kan pergi cuma 9 hari. Eeeehhh, nggak taunya keberangkatan kami ditunda 3 hari jadi tanggal 15 Maret 2012. Itu pun pemberitahuannya mendadak. Saya akhirnya pasrah dan hanya bisa memohon sama Allah SWT supaya jangan sampai terganggu ibadahnya.

Yah, pokoknya semalaman itu saya tidur nggak nyenyak. Terus memanjatkan doa dalam hati, mohon diberi kesempatan besok bisa thawaf wada. Toh, masih flek. Jadi saya masih bisa berharap, haid saya nggak keluar besok. Amiiin.

RABU, 21 MARET 2012

Bangun tidur seperti biasanya kami akan Sholat Subuh di Masjidil Haram. Saya yang cuma tidur-tidur ayam karena "stress" mikirin haid, langsung ngacir ke kamar mandi. Subhanallah, AllahuAkbar, Alhamdulillahirabbilalamin, bersih sodara-sodara!! Nggak keluar sama sekali. Duh, saya langsung girang-gemirang-gedumbrang mandi bersih dan ikut mama ke Masjid. Yaa Allah betapa baik-Nya Engkau padakuuu.... Saya masih bisa ikut jama'ah sholat Subuh di Masjidil Haram. *terharu*

Selesai sholat Subuh, kami nggak langsung thawaf wada. Seperti yang saya bilang tadi, kalau udah thawaf wada kan nggak boleh balik lagi ke Masjidil Haram, padahal kami nanti baru check out setelah sholat Dzuhur. Sayang kan? Lebih baik kami gas poolll sampai titik darah penghabisan ibadah disini :)

Sampai di hotel, kami membereskan koper-koper karena akan segera diangkut ke bus. Jadi setelah sholat Dzuhur kami nggak usah repot mikir koper lagi, tinggal naik ke bus dan berangkat ke Jiddah.

Koper beres. Saya dan Mama turun untuk sarapan. Usai sarapan kebetulan udah masuk waktu sholat Dhuha. Saya bilang ke Mama, "Ma, kita sekarang aja yuk thawaf wada-nya. Lebih cepat, lebih baik". Jujur, saya takut kalau ditunda-tunda haid saya keburu keluar lagi, karena tadi sempat saya cek masih bersih. Mama setuju. Langsung aja kami capcus berdua ke Masjidil Haram untuk thawaf Wada.

Di tengah perjalanan, kami ketemu seorang nenek, jama'ah dari tour & travel lain. Dia nampak kebingungan karena ditinggal rombongannya yang mau thawaf wada. Mama yang kasihan sama si nenek, mengajak bareng sama kami ke Masjidil Haram. Jadilah kami thawaf wada di Masjidil Haram bertiga, hihihiiii....

Setelah thawaf, kami menanyakan kepada Nenek itu apakah udah mencium Ka'bah? Nenek itu menjawab belum. Ya udah lah kami bawa nenek itu mendekati Ka'bah dan berhasil mencium Ka'bah. MasyaAllah, senengnyaaa itu nenek sampai berlinangan airmata. Semoga barokah ya, Nek :)

Alhamdulillah, nggak lama setelah itu nenek ketemu sama teman satu rombongannya lalu kami pun berpisah sambil nggak berhenti itu nenek bilang terima kasih.

Kami kemudian kembali mendekati Ka'bah. Niatnya mau mencium Hajar Aswad. Kami berusaha mendekat, tapi entah kenapa seolah nggak sampai-sampai ke Hajar Aswad. Saya menyerah dan bilang sama Mama, "Astaghfirullah Ma, susah banget ya. Kita mundur dulu deh, nanti kita coba lagi." Kami pun berjalan menjauhi Ka'bah. Nah, pas jalan itulah saya merasa seerrrr... Yak, haid saya keluar. Subhanallah, saya jadi paham kenapa saya nggak bisa mendekati Hajar Aswad. Itu karena saya dalam keadaan najis. Kali ini Allah SWT mengijinkan saya thawaf wada tapi belum memberikan kesempatan untuk saya mencium Hajar Aswad. Tapi Demi Allah, saya sudah bersyukur banget.

Oiya ada cerita lagi nih. Saya kan niat mau narsis dengan latar belakang Ka'bah. Tadinya saya mau foto sendiri. Tiba-tiba Mama bilang, "Kita foto berdua kek, aku juga mau foto sama kamu di depan Ka'bah." Baiklah, kami pun foto berdua tapi nggak minta tolong orang lain buat fotoin. Udah pastilah ribet dan hasilnya gak pernah pas. Sampai akhirnya saya bilang, "Yaa Allah, hamba niat mau foto sama Mama aja qo susah banget sih :(" Selesai saya bilang begitu, belum juga mingkem nih mulut, tau-tau entah darimana datangnya, ada cowo Arab. Dia ajak ngomong pakai bahasa tubuh. Dari bahasa tubuhnya dia bilang mau nolongin kami ambil foto. Alhamdulillah, nggak nyangkaaaa!!! Akhirnya saya dan Mama punya foto berdua di depan Ka'bah lhooo.... *girang*

Me and Mom

 
Karena saya udah benar-benar haid, saya langsung meninggalkan Masjidil Haram sementara Mama lanjut ibadah sampai Dzuhur. Sambil menunggu Mama datang saya santai-santai di hotel. Nggak berhenti bersyukur, rangkaian ibadah Umroh saya selesai semua nggak ada halangan yang berarti meskipun semalam sempat sport jantung, hahahaa.... Aaahh, senangnyaaa nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata deh.. (ceileee).

Mama kembali ke hotel sekitar jam 1 siang. Kami membereskan barang-barang perintilan yang nggak masuk koper. Jangan sampai ada yang tertinggal.

Tepat jam 2 siang, bus meninggalkan hotel untuk menuju ke kota Jiddah. Disana kami akan menginap semalam sebelum kembali ke Indonesia.

Selamat tinggal Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, semoga Allah SWT mengijinkan saya kembali lagi kesini secepatnya. Amiiin Yaa Robbal Alamiiin

Bersambung.....






Thursday, April 5, 2012

My Spiritual Journey: Umroh (Part 2) ---> Madinah Al-Munawwarah



Masjid Nabawi (Tampak Depan)
  
JUMAT, 16 MARET 2012

Melanjutkan tulisan saya di Part 1, sekitar jam setengah 5 pagi WSA (Waktu Saudi Arabia) bus kami memasuki Kota Suci Madinah Al-Munawarrah. Menurut itinerary yang diberikan oleh Jaya Megah Tour & Travel, kami akan berada disini selama 3 hari. 

Dinamakan Madinah Al-Munawwarah artinya Kota yang Bercahaya, dulunya kota ini bernama Yatsrib. Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah Al-Munawarrah dan dimakamkan di kota ini. 

Kota Madinah Al-Munawwarah adalah kota suci kedua setelah Makkah Al-Mukarramah. Disini juga ada tanah halal dan tanah haram. Buat yang belum tau, untuk memasuki tanah haram harus beragama Islam. Jadi orang selain Islam diharamkan masuk kesini, sedangkan di tanah halal bebas. Untuk memasuki tanah haram bus kami melewati pos penjagaan dan dilengkapi juga dengan papan petunjuk yang memberitahukan bahwa kami sudah masuk tanah haram.

Muthawif sekaligus guide kami, Ustadz Mahdhan, berusaha membangunkan jama'ah yang masih tertidur. Kami mulai memasuki Tanah Haram dan mulai membaca doa-doa. Oiya, ketika memasuki Kota Madinah Al-Munawwarah di sebelah kiri ada Masjid Bir Ali, disini adalah tempat mengambil Miqat^ setelah pakai Kain Ihram dan mau menuju ke Makkah untuk Umroh.

Al Haram Hotel Madinah
Bus bergerak menuju ke hotel  tempat kami menginap. yaitu Al Haram Hotel (****). Ternyata hotelnya dekat sekali dengan Masjid Nabawi. Alhamdulillah, senangnyaaaa... Jadi saya dan Mama nggak perlu berjalan jauh untuk beribadah di Masjid Nabawi, karena sholat / beribadah disini akan diganjar pahala 1000x lipat bila dibandingkan kita sholat di tempat lain. Subhanallah...

Masjid Nabawi adalah salah satu masjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah Al-Munawwarah karena dibangun oleh Rasulullah Muhammad SAW dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Di pelataran Masjid Nabawi terdapat payung besar. Kalau siang payung ini akan mengembang, tujuannya melindungi jama'ah yang sholat di pelataran Masjid. Sedangkan kalau malam, payung ini akan tertutup lagi. Kereeennnn :)

Kiri : Masjid Nabawi malam hari, payungnya tertutup
Tengah : Masjid Nabawi pagi hari, payungnya setengah terbuka
Kanan : Masjid Nabawi siang hari, payungnya terbuka penuh. Melindungi jama'ah supaya tidak kepanasan



Sampai di hotel kami bergegas menurunkan barang-barang. Berhubung prosesnya agak lama karena banyaknya barang bawaan milik jama'ah dan sekalian juga ada pembagian kamar, saya dan Mama memutuskan untuk segera berangkat ke Masjid Nabawi untuk sholat Subuh. Kebetulan waktu sholat Subuh disini lebih siang dibandingkan di Indonesia, yaitu jam 05.29.

Waktu sholat Subuh yang udah mepet membuat saya dan Mama berjalan terburu-buru. Alhasil, sampai di Masjid Nabawi kami udah nggak kebagian tempat di dalam Masjid, tapi di halaman hiiikkssss... Sholat disini benar-benar berbeda dengan sholat di masjid di Indonesia. Disini semua shaf rapat, nggak ada celah. Pokoknya begitu liat ada ruang sedikit antar jama'ah, udah pasti bakal ada yang mengisi. Coba kalau di Indonesia, disuruh rapatkan shaf aja susahnya minta ampun. Kadang malah tunjuk-tunjukkan dan akhirnya shaf jadi kosong *sigh* *payah*

Iqamat^ pun berkumandang, sholat Subuh segera dimulai. Entah kenapa begitu Takbiratul Ikhram, Allahu Akbar, airmata saya langsung menetes. Ada perasaan hangat di hati saya dan membuat airmata jatuh tak terbendung. Masih amazed bahwa saya diberi Allah SWT kesempatan menginjakkan kaki di tempat suci seperti ini. Merasa malu bahwa Allah SWT begitu sayang sama saya, dan saya begitu lalai dalam beribadah :((

Selesai sholat Subuh, ternyata terdengar ajakan sholat lagi. Saya yang masih belum mengerti tanya sama Mama, ternyata itu adalah panggilan untuk melaksanakan sholat Jenazah. Jadi, setiap selesai sholat wajib (selama ada jenazah) pasti akan disholatkan berjama'ah. Bahagianya jenazah itu, disholatkan di Masjid Nabawi oleh ribuan orang. Semoga dilapangkan kuburnya dan diampuni dosa-dosanya. Amiiin.

Setelah sholat Jenazah, jama'ah mulai bubar meninggalkan Masjid Nabawi. Saya dan Mama juga kembali ke hotel untuk mengambil koper dan pembagian kamar. Muthawwif memberi tahu kami, bahwa untuk jama'ah perempuan setelah sarapan dan sholat Dhuha (jam 9 WSA) kami akan diajak untuk masuk ke Raudhah. Secara bahasa Raudhah berarti kebun atau taman. Sedangkan yang dimaksud Raudhah di sini adalah tempat yang berada di antara mimbar dan makam Rasulullah Muhammad SAW.

عن أبي سعيد الخذري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مَا بَيْنَ قَبْرِي وَمِنْبَرِي هَذَا رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ
Dari Abi Sa’id al-Khurdri ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tempat di antara kubur dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) di antara beberapa kebun surga”. (Musnad Ahmad bin Hanbal)

"Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku." (H.R. Bukhari)

Raudhah
Raudhah ini diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Jadi nggak heran untuk bisa masuk kesini (khususnya untuk Wanita) ada jam-jam tertentu dan masuknya pun bergiliran. Beda dengan jama'ah Pria yang bisa bebas keluar masuk Raudhah jam berapa pun. Untuk jama'ah wanita, Raudhah dibuka pukul 9-11 siang, antara waktu Dzuhur dengan Ashar, dan jam 9-11 malam.

Jama'ah dari Indonesia bergabung dengan jama'ah dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan bangsa Melayu lainnya. Kami dikelompokkan tersendiri, terpisah dengan jamaah dari negara-negara Timur Tengah dan Turki. Kenapa dipisahkan? Karena badan jama'ah Timur Tengah dan Turki itu gendut-gendut tinggi besar. Nah, kalau kita orang Melayu digabung sama mereka untuk masuk ke Raudhah, bisa-bisa kita kegencet-gencet dan udah nggak bisa masuke Raudhah dengan selamat, hahahaa....

Kami menunggu sekitar satu setengah jam untuk bisa masuk ke Raudhah. Bagaimana cara mengetahui kalau kita sudah ada di Raudhah? Perhatikan karpetnya. Seluruh karpet di Masjid Nabawi berwarna merah, khusus untuk di Raudhah karpetnya berwarna hijau. Jadi begitu kita lihat ke bawah dan sudah menginjak karpet hijau langsung saja sholat disitu. Berdoa kepada Allah SWT. Terkadang jama'ah sering berdesak-desakan dan fokus ingin sholat di shaf paling depan padahal sebenarnya kaki mereka sudah menginjak karpet hijau. Orang-orang yang model begini nih yang bikin riweuh, hihihiiii.....

Begitu penuhnya jama'ah wanita yang mau masuk Raudhah, asykar sering berteriak-teriak bahkan cenderung putus asa. "Ibuuu..ibuuu..sabar Ibuuu. Antri Ibuuu, duduk dulu Ibuuu duduuukk. Astaghfirullahaladzim Ibuuu.." Askar itu asli orang Arab tapi mungkin saking banyaknya jama'ah dari Indonesia (Melayu), mereka pun jadi fasih berbahasa Indonesia (Melayu). Hihihiihiiii..... Mantap!!

Puas berdoa minta jodoh dan menangis di Raudhah karena teringat dosa-dosa saya yang seabrek-abrek, saya dan Mama kembali ke hotel istirahat sebentar sebelum masuk waktu Sholat Jumat. Di Masjid Nabawi jama'ah perempuan juga ikut sholat Jumat. Beda dengan di Indonesia, dimana yang sholat Jumat hanya kaum lelaki. Selesai Sholat Jumat, kami kembali ke hotel untuk makan siang. Kemudian ke Masjid Nabawi lagi untuk Sholat Ashar. Sambil menunggu waktu Maghrib kami jalan-jalan ke pertokoan sekitar Masjid Nabawi. Setengah jam sebelum Adzan Maghrib berkumandang kami sudah kembali masuk ke Masjid Nabawi. Soalnya kalau terlalu mepet sama adzan sudah pasti kami nggak kebagian tempat di dalam Masjid. Rugi dong, jadi lebih baik datang lebih awal menunggu di dalam Masjid sambil beribadah, misalnya membaca Al Quran atau berdzikir.

Kamar hotel, diisi 3 orang
Selepas sholat Maghrib, kami nggak kemana-mana. Berdiam di dalam Masjid saja, karena waktu Maghrib ke Isya kan dekat jadi kalau mau jalan-jalan atau balik ke hotel dulu nantinya malah jadi terburu-buru. Selesai sholat Isya, barulah kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Malamnya, Mama kepingin balik lagi ke Raudhah. Jujur saya sebenarnya capek banget apalagi pilek saya makin parah jadi badan makin nggak enak. Tapi nggak mungkin juga saya tega membiarkan Mama keluar malam-malam dan saya berpikir udah sampai disini nggak ada salahnya juga memperbanyak ibadah. Akhirnya, kami berangkat lagi ke Masjid Nabawi.

Seperti yang saya sebutkan di atas, pada malam hari Raudhah dibuka mulai pukul 9-11 malam. Karena kami nggak ikut rombongan Jaya Megah, jadi kami langsung nyelonong aja masuk Raudhah soalnya dari luar kelihatan tidak terlalu ramai. MasyaAllah, ternyata di dekat pintu Raudhah ya tetap aja penuh, antri dan bergiliran. Persis seperti tadi pagi. Kami baru bisa masuk ke dalam Raudhah hampir jam 11 malam!! Pffiuuhh...

Kecapekan, kami sampai hotel langsung minum Tolak Angin (makluuum, kami kan orang pintar heheee), gosok-gosok Counterpain, dan tidooorrr... (x___x)

# Penting harus diingat, untuk masuk Masjid Nabawi, barang bawaan (tas) kita akan diperiksa oleh Asykar. Dilarang keras membawa kamera, HP berkamera, dan alat perekam sejenis ke dalam Masjid Nabawi. Tapi untunglah otak kriminal saya masih bisa diajak berpikir, itu HP saya yang berkamera saya simpan di kaus kaki. Alhamdulillah, AMAN!! Hahahaaaa......


SABTU, 17 MARET 2012

Hari kedua ini sama dengan Jumat kemarin, full ibadah. Bedanya, setelah sholat Subuh, dan sarapan jama'ah Jaya Megah akan diajak City Tour keliling Kota Madinah Al-Munawarrah. Berikut ini adalah tempat-tempat yang kami kunjungi:

1. Masjid Quba 

 Masjid Quba merupakan masjid pertama kali yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah. Masjid ini dibangun pada tahun 1 Hijriyah atau 622 hijriyah oleh Rasulullah dan para sahabat saat hijrah dari Makkah ke Madinah Al-Munawwarah.

Dalam Hadits Tarmizi diriwayatkan, jika kita sholat dua rakaat di Masjid Quba ini, maka kita akan mendapatkan pahala seperti satu kali Umroh.

Masuk ke Masjid Quba butuh perjuangan tersendiri, karena penuh banget dan berdesak-desakkan :(


2. Jabal Uhud

Jabal artinya Bukit. Jabal Uhud adalah tempat terjadinya pertempuran yang antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum Kafir Quraisy sebanyak 3000 orang, pada tahun 625 Masehi. Dalam pertempuran itu tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Jabal Uhud, dikatakan oleh Rasulullah Muhammad SAW, sebagai salah satu bukit yang ada di surga. Sehingga jika kita melihatnya sekarang, InsyaAllah kita akan melihatnya lagi di surga kelak.

Sayangnya, bus kami tidak berhenti di Jabal Uhud ini. Melainkan terus melanjutkan perjalanan ke Pasar Kurma.

3. Pasar Kurma

 Seperti namanya, sudah pasti tempat ini menjual berbagai jenis kurma. Dari kurma yang murah sampai yang mahal. Kurma yang harganya paling mahal adalah Kurma Ajwa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kurma Nabi. 5kg Kurma Nabi dihargai 750 Riyal (1 Riyal = Rp 2.500,-). Oiya, Kurma Nabi ini juga berkhasiat terhadap kesuburan lho. Jadi, buat yang belum memiliki keturunan bisa mencoba mengkonsumsi Kurma jenis ini. Wallahualam... :)


Puas memborong kurma, jama'ah naik ke bus untuk segera kembali ke hotel. Jam sudah menunjukkan angka 11, kami harus cepat agar tidak tertinggal sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi.

Kegiatan hari itu sama seperti hari pertama, dihabiskan dengan beribadah di Masjid Nabawi. Kami baru kembali ke hotel selepas Isya. Berhubung lapar dan bosan sama makanan hotel, saya mengajak Mama beli KFC. Hahahaa, nggak banget ya jauh-jauh sampai ke Arab eehhh makannya KFC juga. *self_toyor*

KFC Madinah

 # Catatan: Kalau kita makan Fast Food di Saudi (seperti KFC, Burger King, dkk) antreannya dipisah antara laki-laki dan perempuan lho. Dijamin kita nggak akan senggolan dengan lawan jenis, bukan mahram, hahahaa...


Pembedaan Antrean

MINGGU, 18 MARET 2012

Sekarang adalah hari ketiga kami di Madinah Al-Munawwarah yang berarti hari terakhir kami di Kota kecintaan Rasulullah Muhammad SAW ini. Sholat Subuh, Dhuha dan Dzuhur kami lakukan berjama'ah di Masjid Nabawi. Kemudian kami kembali ke hotel untuk makan siang, lalu check out untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Suci Makkah.

Selamat berpisah Kota Suci Madinah Al-Munawwarah tercinta. Semoga ini adalah perjumpaan pertama dan bukan yang terakhir. Saya berharap bisa kembali lagi kesini, secepatnya. Amiiin Allahuma Amiin :)


> Keterangan :

^ Miqat : batas bagi dimulainya ibadah haji/umroh (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi miqat,  seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram dan membaca niat.
^ Iqamat : tanda bahwa shalat akan segera ditunaikan.


Bersambung.......

 

Wednesday, April 4, 2012

My Spiritual Journey: Umroh (Part 1) ---> Jakarta - Jiddah - Madinah Al-Munawwarah


Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka
(Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu)

Ka'bah

Kamis, 15 Maret 2012. Jakarta

Bacaan pembuka tulisan ini adalah bacaan talbiyah. Terus saya ucapkan dalam hati sepanjang perjalanan saya dari rumah menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Yup, ini adalah hari yang sudah saya tunggu-tunggu. Saya akan berangkat Umroh menuju ke Tanah Suci Makkah berdua sama Mama. Kami berangkat 15 Maret 2012 dan pulang 23 Maret 2012, lebih kurang 9 hari. Karena perjalanan ini cukup panjang, maka akan saya tulis dalam beberapa bagian supaya nggak bosan bacanya (~.^)v

Kenapa saya Umroh hanya berdua sama Mama? Tadinya sih mau banget bisa pergi Umroh sekeluarga, tapi berhubung tahun 2010 Papa baru naik Haji jadi untuk tahun ini beliau nggak enak kalau harus ajukan cuti agak lama ke kantor. Adik saya Devi mau menikah, jadi dia konsen urusin tetek bengek pernikahannya, sedangkan Tegar belum baligh (dewasa), sedangkan syarat-syarat Umroh adalah:

1. Islam
Orang non muslim tidak sah dalam melaksanakan haji atau umrah.

2. Baligh
Seorang yang belum mencapai usia baligh tidak memiliki kewajiban melaksanakan ibadah haji/umrah. Bila dia sudah dewasa dan memiliki kemampuan materi dan non materi, maka wajib mengulangi ibadah haji/umrah. 
 
3. Berakal Sehat
Tidak gila dan tidak memiliki gangguan jiwa.

4. Merdeka
Merdeka adalah tidak berstatus sebagai budak (hamba sahaya di masa Rasulullah SAW yang di masa modern ini hampir tidak ditemukan di dunia). Istilah merdeka juga bisa diartikan bebas dari tanggungan hutang dan tanggungan nafkah keluarga yang ditinggalkan.

5. Istitha'ah 
Mampu, baik secara materi dengan tidak memiliki hutang, maupun kesiapan mental dan spiritual.

Nah, merujuk pada persyaratan di atas, maka Tegar belum wajib haji/umroh. Jadi, kami berencana mengajak dia Umroh setelah dia baligh. Doakan keluarga kami ya supaya diberikan rejeki :)
 
Tour yang saya pakai untuk Umroh ini adalah Jaya Megah yang berkantor di Panglima Polim. Pada saat manasik beberapa hari sebelumnya, sudah diinformasikan bahwa kami akan naik pesawat Saudi Arabian Airlines take off jam 2 siang menuju Jiddah. Jama'ah diminta sudah datang di Bandara Soetta 3 jam sebelumnya. Jadi saya dan Mama, diantar Papa, Tegar dan Emy sudah sampai disana jam 11 siang. Oiyaaa, Emy ikut nganter saya lho. She is truly my best friend!! *ketjup mesra* (˘⌣˘)ε˘`)



Me & Emy

Me & Emy



















Sampai di bandara ternyata masih sepi, kayaknya saya sama Mama yang paling semangat mau Umroh. Hahahaaa... Ya udah sambil menunggu jama'ah lainnya berkumpul saya, Tegar dan Emy makan KFC dulu. Lumayan buat ganjal perut.

Selesai makan, saya kembali ke tempat berkumpul yang telah disepakati. Terminal 2 gate E3. Sekarang sudah mulai ramai nih. Bagaimana saya bisa tau? Karena jama'ah yang mau Umroh selalu dikasih seragam (saya dapat batik) untuk memudahkan kami saling mengenal. Kalau batiknya sama, ya berarti satu tour & travel. Mbak Rita, sebagai penanggung jawab jama'ah Jaya Megah, terlihat mulai sibuk mengumpulkan koper-koper segede gaban untuk dimasukkan ke bagasi. Cabin baggage juga dikasih tag bertuliskan Jaya Megah plus nama jama'ah supaya tidak tertukar.

Jam 12 lewat (nggak tau lewat berapa, nggak perhatiin hahahaa), saya dan Mama harus masuk ke dalam. Setelah bersalaman dan bertangisan (ya, ini lebay) kami masuk dan menuju ke antrean meja imigrasi. Ternyata antre panjang juga, banyak jama'ah dari tour & travel lain mengantre. Tampaknya kami akan satu pesawat nih. Di tengah antrean itu juga saya berkenalan dengan mahram saya yang bernama Pak Suhendar. Beliau umroh bersama istrinya. Kenapa perlu mahram? Peraturannya memang begitu. Wanita di bawah 49 tahun wajib punya mahram (seorang laki-laki). Berhubung Papa saya nggak ikut, maka saya membayar pembuatan surat mahram 300rb rupiah, sehingga di VISA saya tertulis sebagai anak dari Pak Suhendar ;p

Bapak & Ibu Suhendar, Mahram saya :)

Sekitar setengah jam, proses di imigrasi selesai. Kami menuju Musholla untuk Sholat Dzuhur dulu dan langsung di jamak dengan Sholat Ashar, supaya nggak usah repot sholat lagi di pesawat.

Tepat jam 2 siang ada panggilan untuk naik ke pesawat. Pesawat Saudi Arabian Airlines ini dua tingkat, kalau nggak salah tipe Boeing 747-400, dan semua kursi terisi penuh!! Ternyata benar, antrean segitu panjang di imigrasi tadi memang mau Umroh semua. Saya dapat nomor kursi 83 D, sedangkan Mama 83 K. Itu berarti kami duduk di bagian paling belakang dan terpisah pula selama 9 jam penerbangan. Ya udah lah pasrah aja.

Ternyata, penerbangan ke Saudi itu aneh (menurut saya), soalnya pas saya udah duduk di 83 D ada Ibu-ibu ajak tukeran. Di depan saya sepasang suami istri juga tukeran, si istri maunya duduk di dekat suaminya. Aaaaakkk, chaos... Hahahaaa... Demi melihat kekacauan di depan saya itu, ya saya juga ikutan meramaikan dong. Saya juga tukeran tempat duduk supaya bisa duduk dekat Mama. Yeeaayy!! \(^.^)/
Pesawat baru take off jam 3, dengan total penerbangan 9 jam berarti kami akan sampai di Jiddah jam 8 malam waktu Saudi. Perbedaan waktu antara Saudi dan Indonesia adalah 4 jam. Jadi kalau di Saudi jam 8 malam, berarti di Indonesia jam 12 malam <--- dijelasin :D Ini adalah penerbangan terjauh dan terlama yang pernah saya jalani. Sebagai traveler kere, saya paling jauh terbang sampai Macau sekitar 5 jam dan traveling paling jauh sampai Shen Zhen.. Bwahahahaa....

Untuk mengusir kebosanan, saya ngobrol-ngobrol sama Mama. Sempat mencoba tidur tapi gagal. Memang kebiasaan saya kalau pergi susah tidur di pesawat, saking masih excited (kecuali kalau udah ngantuk parah). Nanti pas pulang baru deh tidur sepanjang masa soalnya udah gak ada beban, hihihihiii....

Lagi asyik ngobrol sama Mama, tiba-tiba datanglah seorang pramugari membawa kotak  Ternyata isi kotak itu adalah: MAKANAN!! *salto di udara*

Mbak pramugari ini tau aja deh kalau saya kelaperan. Dia menawarkan dalam bahasa yang kacau, campuran Inggris-Indonesia: "What do you want to eat? Makan? Fish or Daging or Chicken?" Dengan semangat 45 nan membara saya langsung pilih daging (҂'̀⌣'́)9

Makanan Pesawat Full Gizi :D

Di dalam kotak makan itu isinya macam-macam, main course (daging), roti, butter, wafer, salad, puding, air mineral, juice, dll. Wow!! Buat saya yang biasanya naik Budget Airline yang cuma dapat kacang doang tanpa minum, atau malah nggak dikasih makanan sama sekali, udah pasti ini merupakan kemewahan tiada tara. Hahahaaa... *sujud syukur*

Selesai makan lanjut ngobrol-ngobrol lagi sama Mama. Ternyata capek juga dan akhirnya kami berdua tertidur. Perasaan nih tidur baru sebentar, udah dibangunin lagi sama pramugari cantik yang tadi. Nggak diduga, nggak dinyana (yaelah, bahasanya) Mbak Pramugari menyodorkan kotak lagi. Laahhh, udah waktunya makan malam. Perut masih kenyang lho padahal, tapi berhubung nggak baik menolak rejeki, jadi ya saya terima kotak makanan itu dengan penuh suka cita, ahahahaa... Pilihan menu saya kali ini adalah Chicken alias Ayam karena kan siang tadi udah makan daging.

MasyaAllah, ini perut beneran kekenyangan deh. Gimana nggak, daritadi berjam-jam duduk doang tanpa aktivitas berarti, tapi dikasih makan melulu. Saya udah berkali-kali melirik jam tangan, udah jam 11 malam berarti satu jam lagi harusnya sampai nih. Biar nggak repot mengira-ngira waktu, saya set dual time di jam tangan, jadi yang satu waktu Saudi yang satu waktu Indonesia.

Persis jam 8 malam waktu Saudi Arabia (disingkat WSA aja ya, males ngetiknya ;p), pesawat landing di Bandara King Abdul Aziz, Jiddah. Alhamdulillah, perjalanan kami lancar selamat sentosa. Turun dari pesawat sudah disambut bus yang akan mengangkut penumpang menuju imigrasi. Tapi sayangnya, kami penumpang yang duduk di belakang, jadi gak kebagian bus pertama. Terpaksa kami menunggu bus berikutnya. Jama'ah Jaya Megah total berjumlah 29 orang. 10 orang ternyata masih muat naik di bus pertama, kami sisa 19 orang ketinggalan -___-"

Bus kedua. Kosong :(
Bus kedua datang, kami naik beserta beberapa jama'ah tour & travel lain yang juga tertinggal dari bus pertama. Baru jalan seiprit, bus kami berhenti lumayan lama. Rupanya bus kami menunggu penumpang terakhir, yang nggak lain adalah seorang nenek tua. Tuanya tua banget-banget, lha wong badannya udah bungkuk 90 derajat. Jalan pun udah susah. Nenek itu ditemani sepasang suami istri, kemungkinan sih anaknya. Tapi yang bikin saya heran, anaknya nggak ada inisiatif sama sekali. Udah tau nenek itu susah jalan, sampai terngesot-ngesot, mbok ya minta kursi roda kek, digendong kek, apa gimana kek. Grrrrhhhh!! Gemes!!!

Setelah nenek tua itu berhasil naik ke bus dengan sangat susah payah, bus kami mulai bergerak. Kami diturunkan di sebuah ruangan (semacam ruang tunggu) gitu. Kami berusaha mencari 10 orang jama'ah Jaya Megah lain tapi nggak ketemu. Ya udah dong, dengan PD-nya kami ber-19 langsung aja jalan menuju ke antrean imigrasi. Ternyata di Saudi sistem imigrasinya adalah satu pesawat sekaligus, jadi nggak bisa perorangan. Biar nggak ribet kali ya. Nah lho, kita bingung dong cari jama'ah lain yang satu pesawat, nggak lucu banget kalau nggak lolos imigrasi karena ketinggalan rombongan. Pheeww!

Telepon sana-sini, coba menghubungi orang Jaya Megah yang di Jiddah, ternyata mereka nggak bisa masuk ke dalam untuk menolong kami. Sumpah deh, ini jama'ah pada panik dan kayak anak ayam kehilangan induk. Plus belum sholat pula. Udah gitu banyak petugas, tapi nggak ada yang bisa ditanyain. Setiap kami mau tanya pakai Bahasa Inggris, mereka selalu bilang "No english, only Arabian". Mampus kan lo! x(((

Ada kali tuh sejam lebih nasib terlunta-lunta di negeri orang, akhirnya kami nekat menerobos masuk mendekati antrean imigrasi. Setiap Petugas Imigrasi (yang mirip Onta) ngomong pakai Bahasa Arab, kami cuma menjawab "Saudi Arabian Airlines" muahahahaaa, kacaaawww!!

Selesai urusan imigrasi, narsis dulu ;p
Lagi asyik debat kusir, tiba-tiba kami melihat dari lantai atas jama'ah Jaya Megah lain turun beserta rombongan tour & travel yang satu pesawat sama kami tadi. Oooo, jadi kami yang merasa udah ditinggal sama rombongan justru masuk duluan ke imigrasi dan mereka masih menunggu di lantai 2. Nah, karena si Onta Arab melihat rombongan kami udah berkumpul, barulah mereka menyuruh kami membuat barisan dan bisa proses imigrasi. Pffiiuuhhh...

Beres urusan imigrasi, sekarang urusan bagasi. Di Jakarta koper-koper yang masuk bagasi kan udah diberi tag Jaya Megah, jadi ini memudahkan. Kami tinggal mencari koper masing-masing, tumpuk di trolley dan koper-koper tersebut akan dimasukkan ke dalam bus yang akan membawa kami menuju kota Madinah Al-Munawarrah malam itu juga. Sebelum berangkat, kami minta izin kepada pimpinan rombongan untuk sholat Isya sekaligus Jamak Maghrib dulu. 

Segala keribetan urusan itu tadi selesai jam 12 malam WSA, selesai sholat kami langsung naik ke bus. Perjalanan dari Jiddah ke Madinah Al-Munawarrah memakan waktu sekitar 5 jam. Kalau di Indonesia ya kayak dari Jakarta ke Cirebon lah. Di atas bus, kami mulai diperkenalkan dengan Muthawwif (Ustadz yang akan membimbing seluruh kegiatan Umroh kami) yang juga orang Indonesia, bernama Ustadz Mahdhan. Beliau masih muda, lajang, dan berasal dari Mataram, NTB.

Selama acara perkenalan, jama'ah diberi makan malam Mr. Sateis. Masakan Indonesia. Tapi siapa juga yang mau makan tengah malam buta gitu. Akhirnya, saya dan Mama malah memilih tidur tanpa menyentuh makanan itu sedikit pun. Lumayan kan perjalanan 5 jam, harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk istirahat. Supaya badan tetap fit, karena perjalanan ini masih panjang. Jangan sampai sakit mengganggu ibadah :)

Mr. Sateis

Baiklah, saya dan Mama tidur dulu. Semoga perjalanan sampai ke kota Madinah Al-Munawarrah dilindungi Allah SWT, selamat sampai tujuan. Amiiinn. Zzzzzzzzzz....


Bersambung....