Showing posts with label Friends of Mine. Show all posts
Showing posts with label Friends of Mine. Show all posts

Thursday, October 23, 2014

Trip to GOA PINDUL : a journey with my office mates



Kalau judul sok-sok pakai bahasa Inggris tapi isi blog pakai bahasa Indonesia gapapa kan ya? Iya Sar, gapapa... (ʃ⌣ƪ) *nanya sendiri, jawab sendiri... #karepmu *

Okeee, cus ceritanyaaa... Udah lama bingiitss yeee ga nulis blog. Abis ternyata kesibukan sebagai Ibu Rumah Tangga cukup menyita waktu... (halah, alesan!)

Gue mau cerita jalan-jalan sama teman-teman satu divisi di kantor gue, yaitu Corporate Secretary (CorSec). Hmm, sebenarnya ga sama teman-teman doang sih soalnya si Bu Bos juga ikutan... #lapkeringet

Awalnya, niat kami ke Jogja untuk ikutan workshop Public Relations yang diadain sama salah satu perusahaan pers tapi berhubung segala sesuatu yang berbau-bau pelatihan itu selalu membosankan, maka mulailah otak mikir keras cari ide kegiatan yang menyenangkan. Akhirnya, kami memutuskan untuk cave tubing di Goa Pindul dan river tubing di Kali Oya ada juga yang menyebut Kali Oyo, whatever :D

pelatihan yang membosankan :(


Perbedaan cave tubing dan river tubing ini cuma lokasi aja. Kalau cave tubing menyusuri Goa Pindul pakai ban dalem truk...diulang: ban dalem truk :)) Sedangkan, river tubing menyusuri Kali Oyo dan teteuupp pakai ban dalem truk hahahaa.....

Karena ini masih "urusan kantor", maka gue meninggalkan pemikiran ala backpacker yang biasa gue lakukan sama sahabat-sahabat gue kalau jalan-jalan. Gue mencari penyedia jasa paket wisata disana jadi ga usah ribet lagi mikirin sewa kendaraan, dan segala urusan printilan lainnya. Pokoknya terima beres.

Dari seleksi ketat yang gue lakukan, akhirnya terpilih Joglo Wisata. Mereka kasih harga 2jt termasuk sewa ELF, dan wisata sesuai yang kami mau. Bebaasss... Kami memilih hari Kamis, 16 Oktober 2014 sebagai hari bersejarah itu...jreengg..jreenggg...!

Pagi hari, tanggal 16 Oktober 2014, seluruh personel CorSec sudah siap dengan "busana kebesaran" masing-masing. Semangat banget kayaknya mau nyebur ke kali, hwahwahwaaaa... Tepat jam 9 pagi, kami meninggalkan hotel di area Malioboro untuk menuju ke Gunung Kidul, lokasi Goa Pindul dan Kali Oyo berada. Menurut Pak Agus, sang guide, perjalanan akan kami tempuh dalam waktu 1-1,5 jam. Baiklah, mari kita moloorr duyuuu... Zzzzzzz....


Muka masih segerrr, sebelum pada molor ;p

Ga terasa 1,5 jam kemudian (yaiyalaa ga berasa, lo kan tidur sepanjang perjalanan Sar hihihii..), Pak Agus membangunkan kami. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di Wisata Goa Pindul Desa Bejiharjo. Kami diturunkan di rumah penduduk gitu. Nampaknya, memang penduduk Desa Bejiharjo "merelakan" rumah-rumah mereka untuk menyambut wisawatan yang hendak berwisata ke Goa Pindul dan Kali Oyo. Sebagai pembuka, kami dihidangkan Kelapa Ijo yang suegeerr... Sluurrppp (˘ڡ˘)

Puas minum air kelapa sama sabut-sabutnya, Pak Agus memanggil kami untuk dibagikan life jacket, helm dan menuju ke tempat pengambilan ban, dan berjalan kaki menuju Goa Pindul. Demi apa looo, kita jalan kaki sambil manggul ban dalem truk segede gaban. Yah, kalau gue sih sebagai petualang sejati ga masalah. Tapi yang bikin ga enak karena liat Bu Bos juga manggul itu ban sendirian, mau bantuin juga ga bisa. Ya sutralah yaa, terima aja... :(

Bu Bos paling depan, ngangkut ban :D

Untungnya perjalanan kayak kuli manggul ban truk itu tidak berlangsung lama. Sampai juga rombongan kami di Goa Pindul. Ban dicemplungin ke air dan kami langsung disuruh duduk satu persatu di atas ban. Ada teman yang teriak: Yaaa, ini mah basah semua dong? Diihh, aneh amat sudah dikasitau mau cave tubing tapi ga mau basah... #AkuKuduPiye -___-"

Pemandu wisata menyusuri Goa Pindul ini adalah warga setempat. Airnya dingin dan jernih. Karena di belakang Goa Pindul ada mata air yang dulunya adalah sumber air utama bagi warga. Nama Pindul sendiri, konon menurut cerita berasal dari seorang bayi pada jaman Panembahan Senopati yang dimandikan disana. Nah, ketika dia dimandikan sambil berenang-renang pipi bayi tsb terkena batu atau dalam bahasa Jawa disebut kebendul atau dalam bahasa Betawi-nya kejedot hahahaa... Pipi kebenDul disingkat Pindul, sejak saat itu dinamakan Goa Pindul. bener apa ga? Ya ga tau juga, hanya Tuhan yang tahu hihihiii....

Anyway, setelah bahas asal-usul nama Goa Pindul, mari mulai petualangan ini. Uhuuyyy....

loncattt!!

Narsis sebelum masuk goa

Bu Bos lagi mengapung di atas ban ;p

Di dalam Goa Pindul ini dibagi menjadi tiga zona, yaitu Zona Terang (masih ada sinar matahari), Zona Gelap dan Zona Remang-remang. Sempat dag-dig-dug juga sih, kebayang aja kalau di dalam air yang tenang tiba-tiba muncul ular atau buaya gitu... #lebay

Kami mengapung beriringan, di ban diberi pegangan jadi kami harus selalu berpegangan supaya tidak terpisah. Pak Pemandu Wisata yang lupa kami tanya namanya, mulai menjelaskan dengan penuh semangat. Overall, cave tubing ini menyenangkan dan aman, bahkan buat anak kecil atau ibu hamil. Pemandangan di dalam goa cukup indah dan di langit-langitnya masih banyak kelelawar dari jenis codot, kalong dan kampret bersarang dan berkembang biak. Tapi mereka sama sekali ga ganggu kok, bahkan kotorannya pun ga berjatuhan tapi menempel di dinding goa. Di dalam goa juga ada stalagmit yang dipercaya kalau dipegang oleh kaum lelaki akan meningkatkan kejantanan, dan ada stalagtit yang tetesan airnya kalau kena kaum perempuan bisa bikin awet muda. Percaya? Silakan. Ga percaya? Ya ga masalah :p

Goa Pindul yang panjangnya sekitar 350 meter ini pun tuntas kami jelajahi dalam waktu sekitar 45 menit dan yang paling menyebalkan adalah baterai kamera kami habis. Pfftt, kebiasaan banget PIC kamera ga cek dulu sebelum berangkat kondisi baterainya... Ya sudahlah... #ngoks

Oke, selesai cave tubing petualangan kami pun berlanjut ke Kali Oyo untuk river tubing. Sebelumnya minta ke pemandu wisata untuk sewa kamera karena ga mungkin dong ga narsis. Mereka kasih harga 100rb untuk kamera DSLR foto sepuasnya plus CD berisi foto-foto kami. Ya sudah. Deal.

Untuk menuju ke Kali Oyo, kami harus naik atas mobil bak terbuka. Warga setempat menyebutnya PAJERO alias Panas Njobo Njero (panas luar dalam, wekekekeek). Begitu melihat itu mobil bak, Bu Bos langsung komen: Ini kita kayak kambing aja naik mobil bak... *wakwaaawww*


Naik "PAJERO" :D


Tampang jijay-nya Bu Bos sebelum nyemplung ke Kali Oyo, hahaa...

Menurut hasil googling, browsing, searching sampai pusing, river tubing di Kali Oyo ini seru banget. Karena pengunjung bisa menikmati body  rafting di atas ban dengan jeram-jeram yang ada plus air terjun. Tapiiii.....seperti apa kata pepatah kenyataan seringkali tak seindah yang dibayangkan. Ketika kami sampai di Kali Oyo ini, airnya sedang surut karena sudah 7 bulan terakhir tidak turun hujan disana. Yasalaammm...jadi ngapain dong di kali? Ya udah, berendem aja di atas ban mengapung sampai ke ujung. Sebenarnya yang paling kasian ya Pemandu Wisata kami, karena dia harus menarik 6 ban yang isinya orang-orang kelas berat semua dan si Bapak selalu mengeluh: Aduh, ini kok saya tarik ga jalan-jalan ya ban-nya hahahaaa.... Maap ya Pak (^o^)♉

Di tengah perjalanan, si Bapak menantang kami ada yang berani terjun ke kali dari ketinggian 5 meter ga? Ya itu sih sudah pasti gue berani lah. Jadi dari kami berenam cuma gue dan satu teman lagi yang berani. Sisanya? Kelihatannya lebih menikmati mengapung dan berendam di kali yang penuh lumut deh x)))

Lompaattt!!

Kali Oyo benar-benar tenang dan ga ada arusnya sama sekali. Jadi kalau si Bapak pemandu ga narik kami, ya mungkin kami baru akan sampai di hilir dua hari lagi deh huahahaha.... Saking lamanya perjalanan (>1 jam) Bu Bos sudah mulai menampakkan wajah BeTe dan bosan. Beliau juga sering bertanya: Ini berapa lama lagi ya, Pak? Ini masih jauh ya, Pak? Duh, ini panas banget sih Pak?




ngapung dan ngambang...


Finally, setelah sekitar 1,5 jam kami ngambang-ngambang di kali kayak tokai sampai juga di ujung perjalanan. Kami harus kembali ke base camp alias rumah penduduk ketika kami datang tadi dan (lagi-lagi) harus naik mobil bak terbuka.

Sampai di rumah penduduk, kami segera mandi dan ganti baju. Agak-agak jijay gimaannaa gitchu, mengingat tadi di Kali Oyo banyak lumutnya, ah aku merasa kotor.... :(

Selesai mandi, si Ibu pemilik rumah sudah menyiapkan hidangan makan siang. Memang di paket yang kami bayarkan sudah termasuk makan siang. Menu makan siang sederhana banget tapi endeeuuss bookk! Nasi putih/nasi merah silakan pilih, sayur daun singkong, lele goreng, tempe goreng, sambal. Wuiihh, ini mah mertua lewat juga ga keliatan hahahaa......

Mandi, makan, sholat ga terasa sudah jam 3 sore. Saatnya kembali ke Jogja. Paket sewa mobil maksimal 12 jam. Jadi kami memang akan menghabiskan waktu dengan keliling-keliling di kota saja supaya ga terlalu cape.



Lesson learned from this trip :
  1. Jangan ajak Bu Bos berpetualang. Beliau lebih cucok kalau diajak jalan-jalan cantik, misalnya ngopi-ngopi di mal :D
  2. Jangan ke Kali Oyo ketika musim kemarau. Bukannya body rafting, tapi cuma ngapung dan berendam aja bersama lumut-lumut dan lumpur kayak orang bloon :D
  3. Pastikan charge baterai kamera sebelum bepergian, supaya ga sia-sia bawa kamera. Sudah gaya karena kameranya bagus, eh baterainya kosong... #toyor :D
  4. Sekian dan terima nasib.. ( ˘ o ˘ )



Tuesday, February 28, 2012

Ayam Goreng Priangan ┏(˘ڡ˘)┛





Minggu lalu, gw dapat rejeki ditraktir sama Dian, resepsionis kantor yang pernah gw ceritain disini. Dian ulang tahun yang ke-25. Wuiiih, udah seperempat abad harus dirayain dong. Yah, minimal dengan makan-makan lah :D

Setelah melalui perdebatan yang sengit dan cukup alot (*lebay), kami memutuskan untuk makan siang di sebuah warung makan bernama Ayam Goreng Priangan, biar gampang ngetiknya dan irit karakter gw singkat aja jadi AGP ya.

AGP ini terletak di seberang Rutan Salemba, persis di sebelah Masjid Assalam Badan POM RI. Which is nggak jauh dari kantor gw di ByPass Rawasari. Rute dari kantor gw menuju AGP adalah ByPass-Pasar Rawasari-Percetakan Negara-Salemba. Kenapa kami doyan banget ke AGP? Sambelnya itu loh, ssssshhhhh puedeess mantaappp!!! (ini sambil ngetik aja gw udah ngeces).


Sambel, maknyuuss!!


Berhubung kami sampai sana pas jam makan siang, seperti biasa lah di AGP udah penuh. Untungnya kami dapat tempat duduk di pojokan. Biarin deh mojok, yang penting makan hahahaa.... Oiya, sebelum menuju tempat duduk terlebih dulu kami memilih menu yang mau dimakan. Ada macam-macam pilihan lauk disini. Kami langsung memilih sate kulit, sate usus, tahu, tempe, babat kami taruh di piring plastik yang telah disediakan, terus kasih ke Mas-masnya untuk digoreng. Sreeeeeeengggg, mantaaappp!!


Mas-nya serius banget nggorengnya ;p


Kami menunggu sekitar 5 menit, minuman dan lauk yang kami pesan pun datang siap untuk disantap. Gak pake ba-bi-bu lagi, langsung kami sikat tuh hidangan yang tersaji indah di atas meja. Dian aja yang biasa makannya sedikit, sampai nambah nasi!! Gileee benerrr!! Ibu-ibu yang duduk di sebelah gw juga ngeliatin gitu, mungkin dia pikir "Ckckckk, ini cewe-cewe makannya pada nggragas amat yak?" Bwahahahaa....


Lengkap beneerrr..


Lauk


Nggak sampai setengah jam, itu semua makanan yang ada di atas meja ludes. Licin tandas masuk ke perut. Kami menuju ke kasir untuk membayar dan total ternyata hampir 40 ribu rupiah. Lumayan deh harga segitu mah, secara kami makannya kayak orang kesurupan =))

Alhamdulillah, kenyaaanggg. Makasih ya Neng Dian Lestari, semoga panjang umur, banyak rejeki yang halal dan barokah supaya tahun depan bisa traktir-traktir lagiiii... (ʃ⌣ƪ)


Thursday, February 9, 2012

Dian Lestari, Sang Resepsionis Idola ;)


Hallo, selamat pagi dengan Dian bisa dibantu?


Hmmm, hari ini saya mau cerita tentang resepsionis di kantor saya yang bernama Dian Lestari. Kenapa saya tertarik buat menceritakan dia di blog saya? Ya karena Dian adalah resepsionis idola, hahayy!

Cewek kelahiran 15 Februari 1987 ini, sudah hampir 3 tahun jadi resepsionis. Dia suka berlebihan kalau menanggapi sesuatu alias lebay. Dimana ada Dian disitu ada kehebohan. Kalau ngomong nggak bisa pelan dan nggak bisa nyimpen rahasia, hihihihiiii.....

Lepas dari itu semua, juga banyak sisi positif cewek penggemar jamu Kunyit Asem ini. Salah satunya, Dian itu orangnya peduli. Sampai sekarang dia masih rajin memberi makan atau uang kepada Ibu Petugas Kebersihan di dekat kantor. Ketika saya tanya, alasannya cuma satu "Aku kasian Mbak." :)

Dian sekarang juga kuliah lagi di BSI, untuk mendapatkan gelar D3. Kemarin nilai semesternya cukup memuaskan, IPK-nya 3.2. Saya salut dengan keinginannya terus belajar, Dian bilang "Aku kan nggak mau selamanya jadi resepsionis." Good!

Oiya, selain itu Dian juga bersuara berlian (lebih bagus dari yang bersuara emas, :D). Dia sering memenangkan lomba nyanyi mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Perusahaan bahkan sampai di Kementerian Perhubungan. Yah, istilahnya Dian is ASDP's Idol lah. Dian juga sering banget dapat job bersama organ tunggal untuk menyanyi di acara hajatan. Penghasilannya lumayan loh, Dian bisa membiayai kuliahnya sendiri dari hasil menyanyinya.

Nah, yang belum cuma soal jodoh nih. Dian sekarang lagi "galau" karena dia udah ngebet mau nikah tapi calonnya belum ada, hahahahaa... Be patient, Dear. Jodoh kan udah ada yang atur. Banyak-banyak berdoa dan tetap usaha yaaa... Semangaaatt!!! (/^.^)/ \(^.^\) (/^.^)/ \(^.^\)



Sibuk mencatat surat masuk :)